Assalamualaikum Wr. Wb
Hayy guyss !! selamat bertemu kembaliii :D
Oke, ditulisanku yang ke 3 ini aku akan membahas tentang
sebuah novel, menurutku novel ini bagus banget jadi recommended laah buat
kalian wahai para pembaca hihi..
Langsung aja yaa aku perkenalkan sebuah novel bergenre
Religius yang berjudul eng ing eng... hayoo tebak kira kira novel apa ? wkwk
pasti mikirnya pada ayat – ayat cinta, ketika cinta bertasbih hehehe bukan ya
gaess.. ini novel beda bangett dan tidak di filmkan muehehe. Langsung aja lah
yaa judulnya itu adalah “Sujud Nisa di
Kaki Tahajjud Shubuh”.
![]() |
| Cover Depan |
Awal kisah aku mendapatkan novel
ini waktu ada pameran buku di Gramedia Surakarta, ini jaman kapan yaa.. uda
lama banget sih, kalo nda salah waktu SMA Kelas XI, iseng iseng aja sih liat
pameran, mumpung harga bukunya murah murah hehe. Naahh.. waktu milih milih
novel aku mendapatkan novel inii, diliat dari komentar komentar pembaca yang
mendapatkan penilaian positif (di cover belakang) aku jadi tertarik untuk
membelinya, sepertinya ini novel memang bagus. karena memang lagi pameran jadi novel
ini dibandrol dengan harga yang cukup terjangkau only 25k gaesss hehehe
![]() |
| Cover Belakang |
Novel Sujud
Nisa di kaki Tahajjud Shubuh ini ditulis oleh Kartini Nainggolan yang merupakan
alumni mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) jurusan Ekonomi
dan Perbankan Islam, Fakultas Agama Islam.
Baiklah
langsung ke isi ceritanya aja yaa.. jadi novel ini berceritakan tentang seorang
wanita yang bernama Nisa, Nisa ini berasal dari keluarga yg bisa dibilang
kekurangan karena dia anak ke 6 dari 13 bersaudara. Setelah lulus SMA Nisa sebenarnya
berniat untuk bekerja diluar jawa tetapi tidak diperbolehkan oleh ortunya, dan
Nisa diminta oleh ortunya untuk kuliah dan akhirnya dia diterima disalah satu
perguruan tinggi swasta di kota Yogyakarta.
Dari awal
kuliah Nisa sudah berniat untuk hidup mandiri dan tidak membebani kedua
ortunya, dan Nisa juga sering mengikuti sayembara novel hingga akhirnya dia
menjadi sukses karena novelnya menjadi terkenal, dan kehidupan dia pun sudah
bisa dibilang tercukupi dari hasil karyanya sendiri. Ketika kuliah Nisa dekat
dengan temannya yang bernama Fauzi, tetapi kedekatannya dengan Fauzi malah
menjadi malapetaka bagi Nisa, karena Nisa jadi sering mendapatkan pesan teror
dari seseorang yang melarangnya dekat dengan Fauzi, hingga pada akhirnya Nisa
mendapatkan fitnah melalui foto foto yang tersebar disetiap mading kampus, foto
tersebut menggambarkan Nisa sedang berbuat mesum dengan seorang pria yang
bahkan tidak ia kenal.
Karena fitnah
itulah Nisa merasa semua itu karena ortunya yang menyuruhnya untuk hidup
sendirian dikota orang, hingga akhirnya Nisa menjadi seorang wanita yg suka berfoya foya dan dia
selalu meminta ortunya untuk terus mengirimkannya uang. hingga disuatu tidur
malamnya, ia bermimpi seakan akan ia mellihat hari kiamat dimana terdapat
banyak orang yang meronta ronta kesakitan dengan darah bercucuran. Pada saat
itulah dia merasa Allah telah memberinya hidayah kepadanya agar kembali ke
jalan yang benar, dan Nisa pun selalu melaksanakan solat tahajjud dikala teman
temannya tertidur pulas dan selalu meminta pertolongan dan tobat kepada Allah
swt. Pada suatu ketika sahabatnya yang bernama Ais mengakui jika yang
menyebarkan fitnah kepadanya itu adalah dia, Nisa pun tak menyangka antara
perasaan kesal dan sedih tapi semua itu ia kembalikan kepada Allah swt.
Setelah lulus
S1, Nisa kembali pulang ke kampung halamannya yaitu di Malang, ternyata Nisa
telah di jodohkan oleh kedua ortunya dengan seorang pria tamatan IPDN yang
bernama Irsyad dan akhirnya Nisa dan Irsyad pun menikah. Setelah menikah, Nisa
melanjutkan studinya ke jenjang S2 tetapi perjalanan pernikahannya cukup
mengharukan karena suaminya Irsyad mengalami sakit parah yg memang sudah lama
dideritanya, hingga pada akhirnya ketika Nisa hendak Wisuda, suaminya Irsyad
pun meninggal dan Nisa pun menerima takdir Allah tersebut dengan lapang dada,
Nisa tidak pernah meninggalkan rutinitasnya di sepertiga malamnya yaitu solat
tahajjud, karena menurutnya hanya dengan solat ini lah dia bisa puas mengadu
segala kesedihan yang dirasakannya.
Pada akhirnya
Nisa menikah kembali dengan seseorang yang tidak pernah disangka sebelumnya,
dia menikah dengan Kakak tingkat kuliahnya sendiri yaitu mas Irvan dan
dikaruniai seorang gadis kecil yang bernama Hilyatul Auliya dan keluarga
kecilnya pun hidup bahagia.
Ya begitulah ceritanyaa.. cukup
panjang yah.. eh bukan tapi emang panjang bangett wkwk. Kalo ditanya kenapa aku
suka novel ini yaitu karena novel ini berisi pesan pesan yang sangat bagus
untuk kehidupan, dimana kita harus mampu menghadapi segala hal dengan baik dan
selalu berserah diri kepada Allah swt. Hidup itu tidak selalu berada dipuncak
kebahagian tapi terkadang berada didasar jurang kesedihan dan pada saat itulah
jangan sampai kita melalaikan semua hal termasuk dalam beribadah kepada Allah
swt.
Oke kurasa cukup sekian cerita
pada blog ketiga ini, jika ada kesalahan itu semua datang dari diri saya
sendiri jika ada manfaatnya itu semua datang dari Allah swt. Akhirul kalam
Wassalamualaikum Wr. Wb
Btw itu penutupan kaya lagi pidato yaa wkwk oke.. see u in the
next blog ^.^


Tidak ada komentar:
Posting Komentar