Sabtu, 18 Maret 2017

favorite Novel

Assalamualaikum Wr. Wb
Hayy guyss !! selamat bertemu kembaliii :D
Oke, ditulisanku yang ke 3 ini aku akan membahas tentang sebuah novel, menurutku novel ini bagus banget jadi recommended laah buat kalian wahai para pembaca hihi..
Langsung aja yaa aku perkenalkan sebuah novel bergenre Religius yang berjudul eng ing eng... hayoo tebak kira kira novel apa ? wkwk pasti mikirnya pada ayat – ayat cinta, ketika cinta bertasbih hehehe bukan ya gaess.. ini novel beda bangett dan tidak di filmkan muehehe. Langsung aja lah yaa judulnya itu adalah “Sujud Nisa di Kaki Tahajjud Shubuh”.

Cover Depan



Awal kisah aku mendapatkan novel ini waktu ada pameran buku di Gramedia Surakarta, ini jaman kapan yaa.. uda lama banget sih, kalo nda salah waktu SMA Kelas XI, iseng iseng aja sih liat pameran, mumpung harga bukunya murah murah hehe. Naahh.. waktu milih milih novel aku mendapatkan novel inii, diliat dari komentar komentar pembaca yang mendapatkan penilaian positif (di cover belakang) aku jadi tertarik untuk membelinya, sepertinya ini novel memang bagus. karena memang lagi pameran jadi novel ini dibandrol dengan harga yang cukup terjangkau only 25k gaesss hehehe

Cover Belakang

          Novel Sujud Nisa di kaki Tahajjud Shubuh ini ditulis oleh Kartini Nainggolan yang merupakan alumni mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) jurusan Ekonomi dan Perbankan Islam, Fakultas Agama Islam.
          Baiklah langsung ke isi ceritanya aja yaa.. jadi novel ini berceritakan tentang seorang wanita yang bernama Nisa, Nisa ini berasal dari keluarga yg bisa dibilang kekurangan karena dia anak ke 6 dari 13 bersaudara. Setelah lulus SMA Nisa sebenarnya berniat untuk bekerja diluar jawa tetapi tidak diperbolehkan oleh ortunya, dan Nisa diminta oleh ortunya untuk kuliah dan akhirnya dia diterima disalah satu perguruan tinggi swasta di kota Yogyakarta.
          Dari awal kuliah Nisa sudah berniat untuk hidup mandiri dan tidak membebani kedua ortunya, dan Nisa juga sering mengikuti sayembara novel hingga akhirnya dia menjadi sukses karena novelnya menjadi terkenal, dan kehidupan dia pun sudah bisa dibilang tercukupi dari hasil karyanya sendiri. Ketika kuliah Nisa dekat dengan temannya yang bernama Fauzi, tetapi kedekatannya dengan Fauzi malah menjadi malapetaka bagi Nisa, karena Nisa jadi sering mendapatkan pesan teror dari seseorang yang melarangnya dekat dengan Fauzi, hingga pada akhirnya Nisa mendapatkan fitnah melalui foto foto yang tersebar disetiap mading kampus, foto tersebut menggambarkan Nisa sedang berbuat mesum dengan seorang pria yang bahkan tidak ia kenal.
          Karena fitnah itulah Nisa merasa semua itu karena ortunya yang menyuruhnya untuk hidup sendirian dikota orang, hingga akhirnya Nisa menjadi  seorang wanita yg suka berfoya foya dan dia selalu meminta ortunya untuk terus mengirimkannya uang. hingga disuatu tidur malamnya, ia bermimpi seakan akan ia mellihat hari kiamat dimana terdapat banyak orang yang meronta ronta kesakitan dengan darah bercucuran. Pada saat itulah dia merasa Allah telah memberinya hidayah kepadanya agar kembali ke jalan yang benar, dan Nisa pun selalu melaksanakan solat tahajjud dikala teman temannya tertidur pulas dan selalu meminta pertolongan dan tobat kepada Allah swt. Pada suatu ketika sahabatnya yang bernama Ais mengakui jika yang menyebarkan fitnah kepadanya itu adalah dia, Nisa pun tak menyangka antara perasaan kesal dan sedih tapi semua itu ia kembalikan kepada Allah swt.
          Setelah lulus S1, Nisa kembali pulang ke kampung halamannya yaitu di Malang, ternyata Nisa telah di jodohkan oleh kedua ortunya dengan seorang pria tamatan IPDN yang bernama Irsyad dan akhirnya Nisa dan Irsyad pun menikah. Setelah menikah, Nisa melanjutkan studinya ke jenjang S2 tetapi perjalanan pernikahannya cukup mengharukan karena suaminya Irsyad mengalami sakit parah yg memang sudah lama dideritanya, hingga pada akhirnya ketika Nisa hendak Wisuda, suaminya Irsyad pun meninggal dan Nisa pun menerima takdir Allah tersebut dengan lapang dada, Nisa tidak pernah meninggalkan rutinitasnya di sepertiga malamnya yaitu solat tahajjud, karena menurutnya hanya dengan solat ini lah dia bisa puas mengadu segala kesedihan yang dirasakannya.
          Pada akhirnya Nisa menikah kembali dengan seseorang yang tidak pernah disangka sebelumnya, dia menikah dengan Kakak tingkat kuliahnya sendiri yaitu mas Irvan dan dikaruniai seorang gadis kecil yang bernama Hilyatul Auliya dan keluarga kecilnya pun hidup bahagia.
Ya begitulah ceritanyaa.. cukup panjang yah.. eh bukan tapi emang panjang bangett wkwk. Kalo ditanya kenapa aku suka novel ini yaitu karena novel ini berisi pesan pesan yang sangat bagus untuk kehidupan, dimana kita harus mampu menghadapi segala hal dengan baik dan selalu berserah diri kepada Allah swt. Hidup itu tidak selalu berada dipuncak kebahagian tapi terkadang berada didasar jurang kesedihan dan pada saat itulah jangan sampai kita melalaikan semua hal termasuk dalam beribadah kepada Allah swt.
Oke kurasa cukup sekian cerita pada blog ketiga ini, jika ada kesalahan itu semua datang dari diri saya sendiri jika ada manfaatnya itu semua datang dari Allah swt. Akhirul kalam Wassalamualaikum Wr. Wb
Btw itu penutupan kaya lagi pidato yaa wkwk oke.. see u in the next blog ^.^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar